1DB06 33111187 Tulisan 2

3 Jun

KELOMPOK 4

NAMA :
1.HANDRIANUS TAN 331111187
2.ARI HIDAYAH 31111074
3.ADAM ALIF 30111096
4.MALIK AZIS 34111262
5.RUDIANT0 UTOMO 36111484

TULISAN 2 (BAB 1-2)

Bab 1

Perusahaan keluarga dan masalahnya

Perusahaan yang masih menggantungkan kebijakan-kebijakanya pada sesosok seseorang yang berkuasa mutlak seperti pendiri atau pemilik tunggal seperti itulah perusahaan keluarga. Meskipun tidak selalu semua pekerjaanya adalah anggota keluarga, selama para eksekutifnya masih tunduk kepada seorang yang disebut pemiliknya tetap berlabel perusahaan keluarga. Banyak perusahaan keluarga, terutama perusahaan-perusahaan skala UKM memperkerjakan orang lain untuk menempati posisi rendahan, sementara si pemegang perintah atau pengendali utama sepenuhnya masih diampu oleh orang dalam. Andaikan perusahaan menjadi besar pun, banyak profesional menjalankan harian operasionalnya, keputusan-keputusan para profesioanal itu pun masih harus tunduk terhadap persetujuan “keluarga”.
Konflik nilai dan perbdaan gaya hidup
Apakah anda ingat dengan cerita tukang hot dog di Amerika sana yang melayani pelangganya dengan gaya bapa keluarga, menyapa setiap orang lewat setiap pagi, menanyakan kabar pada pelanggan? Satu-satunya gerobak yang dia miliki menarik kerumunan orang. Gerobak tidak pernah menjadi besar, tetapi anak pak hot dog menjadi besar dari hasik jualan si ayah. Pergi belajar manajemen disekolah bisnis, dan lulus dengan nilai yang gemilang. Matanya yang cerdas menangkap bahwa modeln jualan ayah hanya akan membatasi penghasilan keluarga, maka si anak melakukan targeting, segmenting, membuat analisis dari segala macam sudut pandang dengan memperkirakan kas masuk yang bakal menguncur. Dan berakhirlah layanan ramah seperti yang biasa muncul dari tangan gemuk si ayah, yang tidak lama kemudian berakhir pula bisnis hot dog dan membuat si anak jadi sarjana bisnis.

Suksesi keluarga
surat kabar Suara pembaharuan pernah mencatat kiprah Mooryati Sudibyo setelah beliau mendapat gelar doktor dalam ilmu manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dengan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kajian suksesi kepimpinan Puncak (CEO) Perusahaan Keluarga di Indonesia”. Selain membahas beberapa perusahaan keluarga yang lain, Ibu Mooryati Sudibyo juga menceritakan apa yang terjadi di kerajaan bisnis Mutika Ratu yang didirikanya. Mapping succession menjadi hal penting pertama yang mesti dilakukan oleh pendahulu supaya perusahaan bisa langgeng, begitulah statement dari Ibu Mooryati. Dalam mapping succession ada transfer kepimpinan yang di rencanakan oleh si pendahulu. Dalam mapping succession, pendahulu harus mampu menemukan keterampilan-keterampilan yang dimiliki oleh anggota keluarga. Itu sebabnya sulung Ibu Mooryati yang insinyur bangunan tidak berkiprah di Mustika Ratu.

Manajemen struktur
Pada saat usaha dimulai hanya ada satu penguasa, si pendiri, si pemilik ide sekaligus si eksekutor. Karena semua berawal dari satu kepala, maka setiap kepala yang lain juga harus tunduk terhadap kepala yang satu ini. Seiring dengan bertumbuhnya usaha, semakin banyak pelanggan mesti ditangani, semakin banyak pernak-pernik pekerjaan mesti digarap dan semakin tinggi tuntutan dari pasar. Toh, dalam perusahaan keluarga, pilihan mula-mula tetap ada di lingkaran keluarga dalam. Bisa anak, bisa keponakan, paman, dan bibi. Meskipun di lapangan bisa jauh berbeda eksekusinya, di atas meja sudah harus dibuat struktur kepimpinan yang menjelaskan secara terperinci tanggung jawab dan hak masing-masing anggota keluarga. Sedikit berbeda dengan para eksekutor yang nonkeluarga, para eksekutor keluarga ini bisa menjadi sangat luar biasa bertanggung jawab, menjiwa peranya, bahkan bisa berkorban untuk kelangsungan usaha atau sebaliknya sangat luar biasa konyol. Maka meskipun berbagi kepimpinan tetap dijalankan, selalu ada figur-figur panutan yang bisa mengakomodasi perbedaan dan konflik antar anggota keluarga yang muncul timbul tenggelam. Dan ada mekanisme yang bisa memecat anggota keluarga yang tidak mendukung usaha. Bukan dipecat sebagai anggota keluarga, tetapi di pecat dari kedudukanya sebagai eksekutor usaha. Penetapan sruktur dalam perusahaan keluarga secara teknis boleh dibilang sama dengan perusahaan nonkeluarga, mesti dikenali siapa-siapa yang berkompeten di bidangnya. Tetapi perusahaan keluarga memiliki cara yang unik untuk menemukan siapa pemimpin berikutnya. Maka bukan hal yang aneh kalau si pewaris takhta biasanya mesti magang dengan induknya barang 10-15 tahun sebelum diberi kewenangan penuh untuk menjadi penerus usaha.

Beda pendapat
Beda pendapat bukannya tidak ada pada perusahaan besar yang dikelola professional. Tetapi beda pendapat dalam keluarga membawa emosi lebih karena ikatan darah yang mau tidak mau mesti dibawa sampai mati. Tidak ada anak yang bisa dipecat, atau keponakan yang mesti dimutasi. Kalaupun pemecatan dan mutasi akhirnya dilakukan, kerugian ditanggung seluruh anggota keluarga, bukan hanya stop pada si pembuat ulah. Beda pendapat dalam keluarga juga melibatkan emosi yang lebih mendalam dibandingkan bila perlakukan tersebut diterima oleh karyawan biasa. Apalagi beda pendapat juga memicu konflik yang melibatkan anggota keluarga besar. Anak yang di pecat oleh ayah bisa membuat ibu marah, ngomel sepanjang hari dan malam. Keponakan yang dimutasi menyeret paman dan bibi untuk minta rapat keluarga besar.

Pembangunan kompetensi
Kompetensi dibutuhkan dalam melakukan pengelolaan sebuah usaha. Perlu latihan, bahkan dalam membuat keputusan. ada orang yang sangat berani mengambil keputusan dan menghadapi resiko yang terjadi. Tetapi ada orang-orang lain yang begitu hati-hatinya sehingga tidak pernah membuat sebuah keputusan, atau begitu takutnya menaggung resiko sehingga terus- menerus melakukan pembiaran-pembiaran dalam aktifitasnya sehari-harinya. Membuat keputusan, memperhitungkan resiko dan barani menanggung akibat keputusan tersebut termasuk salah satu kompetensi yang mesti dilatih di luar kompetensi-kompetensi teknis yang lain. Kompetensi manajerial mesti di pelajari, tidak peduli jenis bisnisnya. Di tataran operasioanal bisa berbeda karena teknis pelaksanaan berjualan roti dan kosmetik pasti berbeda, tetapi manajerial secara umum tidak ada bedanya.

Ditribusi pendapatan yang adil
Selalu ada konflik di sini, besar atau kecil. Karena setiap orang merasa punya adil. Sebagian orang takut kehilangan hak, sebagian lagi memang serakah. Tetapi semuanya ada dalam kelompok darah yang sama. Sangat penting buat generasi pendiri memikirkan sejauh ini supaya meminimalkan pertempuran yang hanya akan mengerosi kedekatan keluarga. Pak Rhenald Kasali yang hebat itu sendiri mengakui bahwa mengelola keberlanjutan usaha keluarga sangat kompleks. Perintis atau pemegang tampuk kekuasaan sekarang ini mesti mengawasi sumber daya yang ada dari seluruh anggota keluarga, menentukan tingkat spesialisasi, melihat siapa-siapa yang hebat di area ini dan siapa yang hebat di area itu, siapa yang hebat dalam memimpin keseluruhan armada. Sehingga suatu ketika, pada waktu menentukan siapa pemegang tampuk pimpinan perusahaan, track record dari si pemegang tampuk sudah terlebih dahulu diuji. Bahkan kebutuhan suksesi itu sudah disadari, memetakan suksesi itu sendiri menjadi tugas berat dan pernak-pernik yang mesti dilalui.

BAB 2
Asal Muasalnya
Dimulai dari sebuah cerita.Cerita sederhana mengenai bisnis makanan sederhana,yang dibangun dengan sebuah kesederhanan pikiran.Apa yang bisa dikerjakan.Dan dikerjakan dengan sebaik baiknya sesederhana itu.Cerita ini cerita tentang cemilan.
Bentuknya bulat-bulat,berwarna cokelat dengan burat kemasan.Aslinya seperti itu ,tidak ada taburan keju,cokelat,atau kacang,polos.
Biar sederhana,biar polos,kue berbentuk bulat-bulat ini bukan sembarang cemilan.Karena umur kue ini 130 tahun.Jelas jauh lebih tua dari saya dan anda.Malah sudah melewati 2 tampuk kekuasaan asing dan mengalami pemerintahan 6 presiden Indonesia
MENGAPA ROTI KECIK DI SEBUT ROTI KECIK
Roti kecik disebut demikian karena bentuknya seperti kecik biji,sawo,bulat lonjong.Begitu awal mulanya.Tetapi roti yang dimaksud memang bukan roti bakery,yang empuk dan berpori.Roti ini adalah roti dalam istilah jawa ,yang menyebut semua makan makanan yang berebahan tepung dan dioven bernama roti.Roti pisang yang empuk dan roti bolu memiliki tekstur berbeda tetapi di jawa tengah keduanya di sebut roti.Maka dikelompok orang berbahsa jawa.Anda akan ketemu dengan roti tawar,roti pisang,roti manis(seperti buns),roti mari(yang kering),roti santen termasuk roti cake yang tidak menujukan kelompok apapun kecuali sebagai makanan kudapan.
Roti kecik masuk dalam golongan biscuit,roti kering.Dan tidak mendapat perkecualian,tetap dinamakan roti.
Diawali dengan 2 bentuk;seperti biji sawo kecik yang bulat lonjong dan panjang seperti jari yang di sebut roti pentung.
Sekarang si kecik menjadilebih bundar karena di produksi oleh mesin.Si pentung tetap seperti pentung,jari-jari gemuk.Dengan nama keluarga “kecik”.
Bentuk yang dikembangkan kemudian adalah bentuk seperti roda bergigi,seperti bunga,yang dibuat dengan memanjangkan si pentung dan melekatkan kedua ujungnya lalu menggunting sedikit sisiluar lingkaran.Jadilah roda bergigi.Atau bunga dengan lubang di tengah.
Inilah ketiga bentuk klasik roti kecik.Tidak ada tambahan apa pun diluarnya.Cokelat tepung yang terbakar,begitu saja warnanya,tanpa polesan.

GANEP DAN BUDAYA JAWA
Kedekatan dengan budaya jawa sangat kental dirasakan lewat kegiatan-kegiatan yang di lakukan oleh ganep.Hari –hari monumental seperti pembangunan toko,peresmiannya ulang tahun selalu diwarnai dengan budaya setempat.Wayang,langgam-langgam jawa,tumpengan serta kegiatan kegiatan yang sangat merakyat bercampur dengan ritual agama katolik yang dianut pemiliknya.
Kedekatan ini ternyata tidak hanya muncul dalam seremoni-seremoni saja.Kegiatan Ganep dalam berbisnis juga tidak beranjak jauh dari rakyat kebanyakan.ibu Oeke,generasi kelima yang menangani Ganep,tidak lelah-lelah mengangkat para pengrajin kue rumahan.Memberi pelatihan-pelatihan kebersihan,membukakan lini khusus untuk,mereka,mengangkat para pekerja rumahan ini menjadi lebih berkelas.
JENENGMU NYAH GENEP
Nama Ganep yang berarti sehat jiwa dan raga,menunjukkan sebuah pengharapan yang sempurna,komplet,tuntas.
Roti kecik dan kue-kue buatan like Nio, penerima nama besar Ganep,telah menjadi cemilan pesanan keratin Surakarta memiliki kedekatan khusus dengan Ganep.kue-kue Ganep tetap menjadi pilihan untuk cemilan maupun oleh-oleh.Beberapa kemasan roti keciknya pun menunjukkan foto foto keraton.
Pembangunan took yang baru juga diresmikan oleh Gusti Dipo,sambil mengingat sebuah sejarah masa lalu yang patut untuk dibanggakan.Sebuah prasasti menjadi penanda kenangan itu: sebuah pekerjaan yang sempurna yang telah dimulai oleh AuwLiek Nio.
Cerita ini belum beranjak dari tahun 1881,kala itu kurang lebih Auw Like Nio berumur 40tahunan.Bersuamikan Tjan Tiang San ,Nyonya Nio sesungguhnya tidak ada bedanya dengan nyonya rumah lain yangberasal dari kelas pekerja.
Dengan penampilan sederhana dan perawakan kecil yang bisa kita lihat dari foto satu-satunya yang tertinggal,nyonya yang satu ini tampaknyabukan sembarang nyonya.Liek Nio menjadi gambaran seorang nyonya yang setia dengan apa yang dikerjakannya’
Sama seperti nyonya-nyonya keturunan Tionghoa lain waktu itu Like Niomemakai kebaya encim,yang sampai sekarangpun masih tren dengan nama kebaya Kartini model kebaya dengan leher panjang sampai ujung baju dan saling dikaitkan kiri kanan dengan peniti atau kancing.
Kegiatan perempuan kelas pekerja waktu itu kurang lebih samalah dengan perempuan-perempuan pekerja yang masih menanggung beban urusan rumah tangga sekarang ini.Cari duit iya,urus makan dan mandi anak juga iya,urusan kopi suami juga tidak lupa.
Tapi itu hal lumrah sehari harridan menimpa siapa saja sehingga tidak pernah ada keberatan .Tidak ada perempuan yang mempertanyakan kewajiban tumpang tindih seperti itu.Toh ,memang demikian yang umumnya terjadi.

SEJARAH TOKO YANG PERTAMA
Nyah Ganep membuka usahanya dirumah tinggal di keluarga besar di kawasan Tambaksegaran,tak jauh dari kawasan Pasar Gede yang juga berdekatan dengan Benteng Vastenberg dan Keraton Kasunan.
Disinilah awal nama Tambaksegaran berasal,Tabac en Cigaren yang kemudian di lafalkan dengan lidah jawa berkhair menjadi Tambaksegaran.Julukan ini kian popular dan meluas sehinggakawasan dan sekitarnya disebut Tambaksegaran.
Dikawasan inilah Nyah Genep memulai usahanya kala itu,belum banyak camilan yang di produksi.Produk an dalamnya,yang juga masih dikondang hingga kini adalah roti kecik.Diluar itu ada banyak roti seperti roti garut(yang adalah biscuit juga dengan bahan tepung garut) dan kue-kue kering lain yang berbahan nonterigu.
SAWO KECIK
Sama seperti orang-orang lain yang tinggal dijawa,keluarga Ganep memercayai makna di balik nama.Bukan sekadar doa,tetapi sebuah kekuatan,energy yang akan membuat harapan menjadi ada.
Sawo kecik adalah buah sawo yang buahnya kecil,sebesar rambutan,dengan kulit polos mengkilat yang tipis dan mudah terkelupas.Warnanya kemerahan kalau sudah matang.Berangkat dari situlah si roti kecik.Daeri sarwo becik,serba baik,dan semoga menjadi doa buat si kecik.
Di tangan generasikedua dan ketiga
Kiprah Nyah Ganep mengembangkan bisnis ini berakhir tahun 1911.Tongkat estafet kepemimpinan berpindah ke tangan putrinya,Tjan Ting Nio. Tidak persis seperti itu sebenarnya karena tongkat estafet tidak pernah secara tegas di putuskan pada sebuah hari khusus.Anak-anak yang meneruskan usaha keluarga telah terjun kedalam bisnis orangtua paling tidak selama sepuluh tahun sebelum sinyal-sinyal siapa yang menjadi penerus muncul.
Satu-satunya yang tampaknya terus diturunkan adalah resep roti kecik dan roti-roti kering berbahan nonterigu yang sampai sekarang masih bertengger di rak display took Ganep dibawah manajemen generasi kelima.
Tahun 1941,menjelang kedatangan tentara jepang keindonesia,tongkat estafet Ganep kembali berpindah kegenerasi ketiga.
Sebuah took kue dengan Ganep.Masih belum diputuskan warnanya tetapisudah ada nama.Nama yang turub-temurun magis dan anggun menjadi nama toko.
OH BERSAUDARA
Oh adalah nama keluarga,yang turun-termarun diturunkan dari pihak ayah,seperti lazimnya keluarga Tionghoa.Tiga bersaudara Oh yang di kenal oleh masyarakat solo dengan sebutan GebroedersOh ini adalah peletak modernisasi dalam bisnis Ganep.
Pembuatan logo dan merek yang telah di patenkan,pada hal waktu itu baru tahun 1948.Tahun 1948 itu juga nama Ganep mulai di patenkan
Maka sebagai orang yang suka mengutak – atik mesin,Oh Tien Liang membuat mesin pengaduk adonan yang menggunakan sepeda ontel.Setiap putaran sepeda ontel sama dengan adukan pada adonan.Dan begitulah mulai dari situ,beberapa pekerjaan di lakukan oleh mesin.
OH TOEN LIANG BUKAN HANYA INSYINYUR MESIN
Generasi ketiga adalah Gebroedres Oh.perusahaan Ganep adalah perusahaan Gebroeders Oh selama bertahun-tahun.
Gaji Oh Toen Liang yang di terimanya dari NEDERLANDS In diensche Spoorweg (perusahaan KA Belanda) sebagian dikirim dari semarang ke solo untuk mensupport dan mendanai Ganep supaya dapat berlangsung terus.
Disetiap generasi selalu ada orang-orang yang telah di sediakan untuk mengurus Ganep.
Hendy Hendrata dikenal sebagai pendiri international Education consultancy Edlink+ConneX di tahun 1985yang sekarang memiliki 26 kantor di Indonesia dan Australia.
Hendy Hendranata juga menjadi CEO-nya sampai 2006 dan kini berperan sebagaia advisor dan COO proyek-proyek pendidikan dan pelatihan luar negri pemerintah Indonesia yang didanai World Bank,dan Islamic Development Bank.
Mak Tries menjual Ganep?
Pengelolahan Ganep ditangan generasi keempat berlangsung sampai tahun 1990.
Tahun 1987,Ganep harus merelakan sebagai bangunan toko untuk pelebaran jalan.Toko kue yang semula cukup lapang,kini harus bias bertahan di ruang 3×4 meter persegi.Ditambah dengan munculnya toko-toko kue yang baru,masyarakat mulai memiliki lebih banyak pilihan.
Sementara itu Ganep masih bertahan dengan model toko tradisional:etalase roti berupa rak-rak dipajang lurus menepel tembok,pintu dari kayu seperti layaknya model rumah pada waktu itu,lampu yang ada hanyalah sekadar penerangan secukupnya,bukan seperti yang kita lihat di toko bakery modern sekarang ini.
Ganep adalah toko yang mengandalkan sebuah hubungan kedekatan.Kecepatan bergerak bukan hubungan Ganep,minimal bukan unggulan pemegang tongkat estafet pada waktu itu.
BAGAIMANA SUKSESI DILAKUKAN
Secara jelas diserahkannya kepengurusan Ganep dari satu generasi kegenerasi berikutnya tidak pernah ada garis tegas sampai Ganep di ubah menjadi PT di generasi kelima.
Selama 10tahun generasi muda akan belajar dari generasi sebelumnnya bagaimana mesti mengurus produksi,mengelola stok,menjual hasil produksinya dan mengurus SDM-nya.Penerus juga akan mengadopsi filsofi kerja dari orangtuanya,nilai-nilai yang dipercayai oleh orangtuanya,yang juga menerima dari generasi sebelumnya.Turun-temurun dilatihan lewat kegiatan harian.Maka nilai yang sama cenderung tidak berubah karena memang ditanamkan demikian,dilatihan terus –menerus dari kecil sampai si penerus dianggap mampu berdiri sendiri.
MAK TRIES MENGELOLA KARYAWAN
Buat Mak Tries,karyawan adalah keluarga keduanya.Kepandaiannya mengatur karyawan dibarengi dengan perhatian besar.Siang hari,dia siapkan masakan untuk santap siang karyawan.Hidangan yang sama ia sajikan untuk keluarga.Kalau ada karyawan yang kurang enak badan,Mak Tries sigap membuatkan jamu.Semasa hidupnya,Oh Sin Tjiang malah ikut mengantarkan ke dokter.Pak Sin Tjiang ini pula yang sangat suka menyiapkan piknik karyawan setiap tahun.Sampai hari ini,praktik seperti makan siang bersama,mencuci piringh bersama masih tetap berlangsung.

sumber : KETANGGUHAN PERUSAHAAN KELUARGA LEBIH DARI SATU ABAD
PENI R.PRAMONO
ELEX MEDIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: