1DB06 33111187 Tulisan 3

3 Jun

KELOMPOK 4

NAMA : 1.HANDRIANUS TAN 331111187
2.ARI HIDAYAH 31111074
3.ADAM ALIF 30111096
4.MALIK AZIS 34111262
5.RUDIANT0 UTOMO 36111484

Tulisan 3 (BAb 3-5)

Bab 3
Perjalanan Generasi Kelima

GANEP DARI GENERASI KE GENERASI
Sama seperti usaha lain yang dijalankan keluarga,generasi lama selalu melihat lihat siapakah yang menjadi penerus usaha.
Cerita Oeke malahan cerita yang sebaliknya.Tidak pernah dipersiapkan oleh orang tua sebagai penerus,tetapi akhirnya rencana bisnis keluarga direncanakan akan dijual. Dari generasi ke generasi pun,tidak ada garis tegas kapan tongkat estafet di serahkan. Putra mahkota biasanya menjalani pelatihan selama kurang lebih 10 tahun. Sembari belajar,orang tua juga melihat adakan terobosan-terobosan yang di lakukan generasi muda sebelumnya.
Generasi ketiga,tiga bersaudara memperkenalkan mesin-mesin dan paten merek,kemasan berlogo yang tidak terpikirkan oleh orangtuanya.
Generasi keempat tdak perlu mengadakan perubahan. Tetapi pernah merasakan terhimpit dengan keadaan keuangan yang memperihatinkan sehingga sempat mengiklankan Ganep untuk dijual.
Generasi keempat akhirnya membuat keputusan untuk mengubah bisnis menjadi PT. Yang akhirnya membawa si Oeke untuk menempati pendudukan kedudukan sebagai Direktur Utama pengelola Ganep.
Tetapi kerusuhan mei 1998 sungguh membawa dampak Finansial yang cukup memukul,maka Ganep membubarkan PT dan kembali menjadi perusahaan perseorangan.

Lebih dari 100 tahun bisnis keluarga ini berjalan,saat tahun 1970 an bergeser menjadi pelanggan bersepatu marry jane atau fantofel. Para perianya berkumis dan bercelana cut bray dan wanitanya berambut gelombang.
Sekarang melewati abad 20 pelanggan Ganep sudah berganti penampilan sandal high heels,atau malahan sneakers, celana denim atau katun boxcer.
Pelanggan berganti terus sampai generasi keliama, tiap generasi ke generasi memberi warna berbeda sesuai jaman.
Oeke, generasi kelima Ganep tidak perlu mengupayakan perubahan-perubahan jaman. Tetapi pada akhir tahun 1990-an,keluarga Oh mengadakan rapat keluarga.dan pada saat itu Oeke sedang menjalani masa kerisis keuangan yang morat-marit karena kesalahan kelola.
Oeke, si bungsu akhirnya memutuskan ikut hadir juga dalam rapat keluarga, menganggap Ganep merupakan bagian dari dirinya.sama sekali tidak terbayangkan kedatangannya ke solo kali itu bakal mengubah total jalan hidupnya.

Ganep di tengah kerisis
Solo bukan kota asing buat Oeke.di kota ini dia dilahirkan dan di besarkan. Di rumah keluarga besarnya di kawasan Tambaksegaran, yang juga dimanfaatkan untuk toko. Oleh sebab itu itu, roti kecik juga bukan kue asing buat ibu dengan dua anak ini.

KEMBALINYA GENERASI KELIMA

Oeke, si bungsu dari generasi keempat pasangan ibu Oh Shing Thijiang dan Tries Nio adalah lulusan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang kemudian memperdalam ilmu bahasanya di amerika serikat dan membuka kursus bahasa inggris di Kedoya Kebun Jeruk Jakarta Barat. Oeke akhirnya di beri tanggung jawab mengurus Ganep ketika Ganep dinobatkan menjadi PT.
Pada waktu Oeke masuk banyak pembenahan dilakukan, baik pembenahan fisik toko, maupun variasi produk yang dijual.
Untuk menyelamatkan Ganep, Bisnis rintisan Nyah Ganep itu dinaungi dalam sebuah badan hukum, perseroan terbatas, seperti yang diusulkan oleh Albert, menantu tertua Mark Tries. Oeke ditunjuk menjadi direktur utama,PT Ganep Tradisi Solo. Komisaris dijabat oleh Mark Tries dan posisi komisaris diisi Albert.

KONFLIK BERKEPANJANGAN ITU SEKARANG SELESAI
Salah satu ciri khas perusahaan keluarga adalah konflik yang melibatkan orng dalam, Hubungan darah sangat kental sekali . Bedanya hak dan kewajiban sering kali samar-samar. Dan ide manjadi omong kosong tanpa eksekutor, dan eksekutor bias apa saja. Ketika eksekutor adalah anggota keluarga lain pemberi ide sqangat dimaklumi dan ingin dihargai lebih karena idenya.
Generasi pendahulu selalu mengalami konflik batin dalam membuat keputusan sukses. Generasi pendahulu memiliki satu tujuan sama seperti pemimpin perusahaan lain yang mempertahankan perusahaan. Ganep mengalami hal yang sama setelah memasuki genersi kelima. PT yang dibentuk pada akhirnya pun harus ditutup karena banyaknya masalah keuangan yang dialami dan menjadi perusahaan perseorangan kembali.
Oeke mesti berjuang mempertahankan Ganep berhadapan dengan saudara sendiri. Karena Mak Tries sudah tidak ada untuk ditanyai. Konflik dengan saudara ipar,saudara tertua,sudah dihadapi. Maka Oeke mesti belajar untuk mempersiapkan generasi keenam.

Toples Kaleng dan Oven Batu
Hari-hari Oeke bersama Ganep pun dimulai. Sebagai direktur utama, Oeke wajib terjun langsung mengurus Ganep,dan menetap di Solo. Sebagai konsekuensinya, dia harus meninggalkan segala hal yang sudah terlanjur di bangun di ibu kota.
Minggu-minggu awal di Ganep, terasa seperti memasuki Negeri Antah Berantah. Padahal toko itu bukan tempat yang asing. Toko yang menyatu dengan rumah keluarga besarnya. Kamar Oeke, persis ada di belakang toko, bersebelahan dengan kamar kakak-kakaknya. Dikiri dan kanan ruang keluarga berjejer kamar-kamar tidur dan dapur. Kamar Oeke ada disebelah kanan ruangan tengah,persis di pojok, dibatas dengan rumah dan toko.
Waktu pagi menyapa, bau wangi kue dan roti yang baru keluar dari panggangan biasa membangunkan Oeke dari tidur lelap. Dipabrik itu setiap pagi karyawan-karyawan Ganep berkerja. Sebagian berkalang tepung membuat adonan dan sebagian sibuk membungkus roti dan kue yang sudah jadi. Oeke juga masih ingat jelas, di atas oven batu yang besar itu ada sepeda statis. Begitulah Oeke mengingat Ganep di masa kecilnya. lalu sekarang ia berdiri disana menjaga toko.
Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis, Oeke menjalankan bisnis. Dan sampai hari ini tekad itu masih tetap sama.
Ganep ganti baju
Ganep sudah tua. Bayangkan umurnya saja sudah lebih dari seabad. Toko-toko kue yang muncul diawal tahun 1990-an telah memiliki layout yang lebih mentereng. Paling tidak kaca dan lampu-lampu terang benderang. Luas toko yang hanya 3×4 semakin menambah citra bahwa Ganep adalah produsen roti, tapi bukan toko roti yang membuat konsumen boleh memilih-milih seperti di toko lain.
Dulu dan Sekarang
Toko kue di tahun 70-80an memang boleh dibilang sederhana kalau dibandingkan dengan toko kue sekarang. Kue dan roti bukan makanan utama yang dicari orang namun terbilang makanan berbeda. Hanya keluarga berduit yang belanja roti dan kue. Roti-roti bakery seperti tawar, roti manis, dan semacan nya ditata di lemari kaca dengan frame kayu. Jarang sekali sekarang kita dapati toko roti semacam itu kecuali yang ada di pasar tradisional.
Dan yang istimewa dari Ganep adalah konsistensinya menjaga makanan-makanan dari resep tempo dulu. Ganep juga konsisten menciptakan panganan dengan bahan dasar diluar terigu. Semakin hari semakin banyak variasi kue dengan bahan dasar nonterigu yang diperkenalkan oleh Ganep karena menganggap bahwa roti-roti dan panganan seperti itu adalah suguhan yang lebih sehat.
Meskipun penampilan bukan segalanya,tapi menjadi penetu kesan pertama saat berkenalan. Oleh sebab itu Ganep harus merubah penampilannya, bagu Ganep yang lama boleh kelihatan modis di masa engkok tun. Sekarang baju ganep sudah usang. Ganep harus ganti baju.
Logo diperbarui, Memakai perpaduan warna ungu dan jingga dengan tulisan kata “Ganep”dijalin memakai huruf latin sambung semar. Logo Ganep beberapa kali ganti penampilan, Meskipun tidak jauh-jauh dari tulisan Ganep. Warna logo menjadi cerminan dari peribadi Ganep. Oranye menyala yang dinamis dibarengi dengan warna ungu, warna yang melambangkan keagungan,lambang warna mahakuasa, menjadi doa, supaya segala kegiatan yang dinamis itu tetap dinaungi oleh kasih sayang yang besar.

Ketika profit menjadi akibat bukan tujuan
Di Ganep karyawan menjadi keluarga. Jumlah karyawan yang sekarang mencapai 80an orang yang tidak membuat Ganep sebuah perusahaan yang dingin.kedekatan pemilik dan karyawan tidak akan pernah luntur.
TURUN MENERUN BEKERJA DI DAPUR GANEP
Manejemen ngenger(ikut sampai mati)yang turun temurun dari generasi pertama masih tidak asing dimasa sekarang ini. Kedekatan pemilik dan karyawan lekat seperti anggota keluarga membawa Ganep bergerak untuk kesejahteraan seluruh karyawan. Sebagian dari karyawan ada karena memang mereka telah ada sejak dulu, dan telah menjadi kesatuan dengan Ganep, terlepas bahwa sampai titik ada pekerjaan-pekerjaan yang mesti dialihkan kepada generasi yang lebih muda, lebih mampu menangani pekerjaan dengan lebih akurat dan lebih c epat.
Kehangatan generasi keempat Ganep sama sekali tidak jauh beda dengan keramahan generasi ketiga. Jadi bukan hal yang mengejutkan kalau anda bertandang ke Ganep lantas menemui beberapa kelompok yang hampir seluruh anggota keluarganya bekerja di Ganep, seperti keluarga mbah So. Mulai dari anak-anak Mbah So hingga kini cucu-cucunya masih bekerja di Ganep. Mbah So sendiri mulai bekerja sejak masa Engkong Tun.
Dua anak Mbah So, Marni dan Ratmi juga bekerja di Ganep. Kini cucu Mbah So,Tini, Eni, Parwati, Nining, dan lina juga bekerja di Ganep. Sungguh, Ganep seperti sudah menyatu dengan keluarga Mbah So, itulah kedekatan Mbah So dan Nyah Ganep. Selain Mbah So juga ada Mbah Kamil yang anak cucunya juga ikut bekerja di Ganep. Sampai hari ini ada 100an karyawan makan di tempat Ganep.
MENINGKATKAN HARKAT PARA PENGRAJIN KUE RUMAHAN
Khay Hie adalah kaka yang paling dekat hubungannya dengan Oeke. Khay Hie banyak akal dan memiliki bakat mencium peluang. Khay Hie pula yang memiliki ide untuk mengangkat kue rumahan menjadi berkelas, selama puluhan tahun Ganep menjual kue hasil dapur sendiri. Inilah potretan dua mitra yang mula-mula diangkat. Hebatnya kedua mitra ini terus menjalankan usahanya sampai hari ini.
Ibu Rina Lukito lahir ditahun 1930, umurnya sekarang sudah lebih dari 80 tahun, Kakek Anggoro Tjahjono umurnya 72 tahun.

Si kecik melancong
Penampilan sudah oke, cukuplah untuk menarik perhatian orang-orang yang lewat dekat toko. Tetapi itu saja, Tampaknya masih belum cukup mengimbangi persaingan dan modernisasi. Seiring makin banyak orang yang kembali mengingat Ganep, makin banyak juga pihak-pihak yang datang mengajak kerjasama untuk mensponsori kegiatan, kerjasama untuk penyediaan konsumsi instansi tertentu, sampai kerjasama di respons.
Mengiyakan kerjasama bukan berarti tanpa resiko. Tetapi Oeke memang percaya semua perbuatan baik akan memberi hasil baik dan sebaliknya juga. Salah satu ikatan kepercayaan itu muncul di tahun 1994, ketika seorang kawan menawarkan kerjasama untuk memasarkan roti kecik ke uni emirat arab. Untuk pengiriman kali ini, Oeke menyiapkan satu kkontiner roti kecik yang telah dikemas dalam rancangan khusus.
Awal mei 1998, Oeke dan beberapa karyawan Ganep yang ikut menjalankan Ganep di singapura, kembali ke solo, siap merayakan kesuksesan dengan pesta ala kadarnya saat itu 11 mei 1998.
Kerusuhan mei ‘98
Dua hari kemudian, ketika kegembiraan perayaan sebelumnya bahkan belum terlupakan sama sekali, Ganep menghadapi kejutan baru. Kerusuhan meletus di Solo, setelah beberapa minggu indonesia menyaksikan dan mendengar berita soal demonstrasi mahasiswa di televisi menuntut pergantian rezim penguasa selama 32 tahun.
Demonstrasi berujung chaos. Jakarta rusuh, penjarahan, kebakaran, dan kekerasan terjadi dimana-mana. Aset –aset warga Keturunan tionghua dijarah, rumah mereka dibakar,beberapa perempuan keturunan bahkan mendapat perlakun tidak senonoh. Kerusuhan itu cepat sekali menular kesolo,melangkahi yogyakarta yang tetep tentram meskipun ada demonstrasi mahasiswa disana.
Tanggal 13 mei 1998, hari sudah menjelang sore ketika kerusuhan mulai terjadi. Rumah-rumah segera ditutup, anak sekolahan dipulangkan, tempat kerja, kantor, toko, warung langsung di tutup. Warga bersenbunyi di balik pintu rumah ngeri dengan masa yang seperti kesetanan.
Ganep adalah salah satu dari banyak korban. Oeke masih mengingat persis kejadian hari itu. Toko yang baru di tata ulang supaya lebih nyaman dan luas, remuk, setelah roti dan kue dagangan menjadi rebutan.

KERUSUHAN MEI DALAM PERSPEKTIF GANEP
Kerusuhan mei 1998 bukannya tidak membawa problema pada Ganep. Tetapi kerusuhan mei 1998 juga menunjukan keeratan pemilik dan karyawan yang bahu-membahu membangun kembali Ganep dari puing-puing. Kerusuhan mei juga menjadi titik ujian buat Oeke dan Ganep.
Gelombang masa yang pertama, melempari pintu dan jendela dengan batu. Kaca-kaca pecah, pintu rusak, mereka memaksa masuk toko. Gelombang kedua, masa datang dan membobol pintu, masuk dengan paksa lalu menjarah barang-barang dari toko. Meskipun toko pada lulun lantah menyisakan hanya puing-puing dan abu, tempat pabrik beropersai masih sempat diselamatkan. Mesin-mesin pabrik terselamatkan, begitu juga bahan baku yang anehnya juga baru mulai disimpan minggu sebelumnya, untuk pengganti pameran di singapura. Sehingga pada hari H kerusuhan justru terhindar dari penjarahan.

ROTI TAWAR PENYELAMAT
Seminggu setelah kerusuhan mei Ganep telah beroperasi kembali dengan stok bahan baru dimiliki pada waktu itu karena Oeke ingin menggantikan bahan yang dipakai untuk pameran di singapura. Satu-satunya bahan baku hanya terigu, maka terigu dan garam menjadi satu-satunya roti yang dijual oleh Ganep. Seluruh jajaran karyawan toko turun ke jalan menjajakan roti tawar.
Pasca kerusuhan, bahan baku susah dicari. Semua bahan impor seperti terigu dan susu tidak hanya langka,tetapi juga menjadi tidak terjangkau.
Momentum ini, bukti nyata betapa kekuatan batin bisa berdampak begitu luar biasa. Semangat Ganep pulih dengan cepat, para karyawan kian semangat bekerja, malah momentum ini memberi peluang buat mereka untuk mencari tambahan pendapatan dengan berjualan roti berkeliling tadi.
Bangit dari keterpurukan mei 1998, Oeke mencoba melebarkan sayap bisnis Ganep.dan akhirnya dengan semangat serta keikhlasan Ganep,Oeke, serta karyawannya. Toko Ganep pun lebih dikenal dan banyak dikunjungi.

Bab 4
Ketika Tradisional Bertemu dengan Modern
Modern dan tradisional tampaknya bersebrangan.Apa yang modern pada zamannya dengan berjalannya waktu menjadi aus ,dan tergeser di kelompok tradisional.Yang boleh diartikan kuno.Dan kuno,diasosiasikan dengan berbelit,lambat ,terlalu menimbang-nimbang,tidak gesit. Modern memberi kesan mudah,praktis dan cepat.ada banyak hal bias dilakukan dalam waktu berbarengan.
Modern juga memberi kesan bersih oleh sebab rasa yang berlawanan,naga-naganya mustahil mempertemukan tradisional dan modern.
TENTANG ANAK MUDA DAN MAKANAN TRADISIONAL
Kalau ada anak muda tidak tahu penganan tradisional,itu karena belum mencoba,belum kenal.itu sebabnya saya terus-menerus memperkenalkan penganan tradisional.Terus-menerus menambah variasai-variasi dari mkanan-makanan yang sudah kita miliki dari puluhan tahun yang lampau,makanan-makanan sehat,rendah lemak dan kolesterol,diambil dari bahan bahan tanaman kebun kita sendiri.
Garut,ararut atau irut (Maranta arundinacea),seperti yang di catat oleh Wikipedia adalah sejenis tumbuhan yang menghasilkan umbi yang dapat dimakan.Garut sendiri tampaknya belum pernah dibuat menjadi makanan pokok,dan menjadi komoditas seperti terigu.Sering kali garut hanya di tanam di perkarangan pedesaan.Padahal umbi garut menghasilkan pati yang berkualitas tinggi,dengan kehalusan dan bau wangi yang sedap.Jelas harganya juga lebih mahal dari terigu.
Tepung garut baik sekali di konsumsi oleh orang yang baru sembuh dari sakit karena mudah di cerna.Maka penderita masalah pencernaan,usus dan sebangsanya bolehlah melirik pada tepung ini sebagai alternative makanan yang bias dikonsumsi.
Umbinya?Bisa begitu saja direbus dan dimakan,manis-manisan gurih meskipun seratnya bias sungguh mengganggu gigi.
MEMORABILITA
Persis pada jalan menuju pintu kaca Ganep,ada lukisan diatas lantai,lingkaran dengan lingkaran yang lebih kecil bertanda 1881,tahun lahirnya Ganep.
Di tembok luar terpasang prasasti yang ditandatangani oleh Gusti Dipo,menunjukkan sebuah memoir nama Ganep yang dianugerahkan oleh sinuhun Pakubuwono X pada masa Auw Like Nio,Nyah Ganep.
Generasi ke generasi tidak melupakan leluhur,mengingat selalu bahwa apa yang dicapai sekarang adalah jerih payah leluhur.Hormat kepada tradisi kekeluargaan juga sebuah penghormatan kepada leluhur yang percaya bahwa manusia telah di tentukan porsi dan tugasnya masing-masing didunia.Maka apa yang ada mesti diterima dengan hati lapang,dengan muka gembira dan kerja yang sungguh –sungguh.Semua niat baik akan menjadikan pekerjaan baik,semua pekerjaan baik akan menghasilkan yang baik pula.Sekarang dan nanti.
GANDOS RANGIN DAN PIT KEBO
Pit (sepeda)kebo dan gandos rangin adalah dua barang diantara barang barang lain diluar toko.Barang-barang yang meberi kesan tempo doeloe.Ada mainan kepala kodok dari tanah liat yang berbunyi ngek ngek.Mainan yang bahkan sudah ada sejak 40 tahun yang lalu ini tidak pernah berubah desain.Kepala kodok dari tanah liat yang lancip dengan cat hijau,merah,kuning dan biru,dengan garis-garis mata dan mulut warna perak,memiliki leher dan tas semen.Bunyinya pun tidak menjadi berbeda.
Mainan kapal,timbangan dan piranti masak memasak dari kalengpun ikut menemani si kodok,bersama dengan wayang punakawan semar dan keluarganya.
Pit kebo adalah aepeda onthel besar kakek nenek kita dulu.dengan dua keranjang pada boncengannya dan caping si pemilik,pit kebo adalah alat transportasi yang pernah dipakai Ganep untuk berbelanja bahan baku atau mengantar kue puluhan tahun yang lampau.
Sekarang,menjadi sekadar pengingat di depan toko,menemani karyawan yang membakar gandos rangin untuk para peserta yoga setiap pagi di lantai dua kantor Ganep.
Gandos rangin yang jual tiap empleknya Rp5.000 ini berasa gurih dan lezat dimakan langsung dari panggangan.meniup-niup penganan ini sambil menghirup baunya yang harum mesti di temani the hangat atau kopi.Sangat pas,sangat akrab.
Tetapi gandos rangin bukan sekadar muncul sebagai penambah variasi di toko Ganep.Gurihnya parutan kelapa dengan campuran tepung ketan dan beras ini suatu hari kelak akan membawa seorang sumidi menjadi ahli computer seperti keinginannya.Sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan ketekunan dan suka hati.
Lagi pula,gandos rangin juga membawa kebahagiaan untuk si pembeli:hangat,gurih mengganjal perut tanpa membuat nek dan memberi aroma masa kecil yang bebas,jernihsegar seperti bau tanaman habis di guyur hujan.
Itu sebabnnya gandos rangin tetap berada didepan.
MENGGABUNGKAN TRADISIONAL DAN MODERN
Terkaget-kaget tentunya ketika seorang pimpinan perusahaan keluarga yang cenderung melakukan semua pemikiran sendiri,membuat perintah-perintah yang mesti di patuhi oleh karyawan sedang sibuk melakukan sesuatu disekitarnya,mesti berhadapan dengan seorang bernama emi yang masuk kantor lalu keluar lagi untuk menemui klien-klien menawarkan kue-kue Ganep untuk dipakai pada pertemuan-pertemuan yang mereka adakan.
Terasa gampang juga ketika sebuah mesin kasir di perkenalkan dan orang mesti percaya kepada perhitungan sebuah mesin untuk menghitung kali-kalian dan tambah kurang.Tampaknya seperti tidak memercayai kepala sendiri.
Hitungan mesin di cocokan lagi dengan hitungan kepala,aktivitas yang langka bias dilakukan oleh kasir abad 21 ini.Atau ketika mars Ganep di buat dan dinyanyikan bersama sebagai lagu kesatuan.Ketika banyak acara digelar dalam bentuk pameran-pameran yang bagi generasi sebelumnya bias dianggap sebagai buang-buang uang kurang ada manfaatnya.
Tetapi lambat laun cara bergerak yang lebih dinamis seperti ini bias diterima.Peraturan-peraturan manajemen seperti absensi pun bias diterima,pengelompokan tugas-tugas meskipun membengkakkan jumlah tenaga kerja membuat kerja masing-masing personel menjadi nyata.Percepatan pemekaran usaha Ganep mesti didukung dengan SDM-SDM baru yang tidak cukup waktu untuk mengejar kebutuhan yang sudah didepan mata
Maka kebersamaan yang tetap dipertahankan dilakukan lewat piknik tahunan,kelompok piket cuci oiring karena makan siang di sediakan oleh Ganep,dan donor darah.
KECIK DULU DAN SEKARANG
Namanya juga roti kecik,mestinya bentuknya seprti kecik.kecik bulat lonjong sebenarnya terlalu pipih juga untuk disamaka dengan roti kecik yang lebih gemuk.Tetapi memang bakalan susah kalau mesti dibuat semirip mungkin dengan kecik sawo.Maka roti kecik mesti dibuat semirip mungkin dengan kecik sawo.Maka roti kecik memang berbentuk silinder panjang yang di potong menyerong,sedikit lancip kiri dan kanan.
Dengan berjalannya waktu ,semakin meningkatnya omzet,terlalu lama mesti memotong adonan dengan pisau.Maka mesin pembuat bola-bola kecik muncul dan membuat roti kecik sangat bulat bundar.Inilah kudapan roti kecik yang sangat bias kita nikmati sekarang,tidak ada miripnya sma sekali dengan isi sawo,tetapi namanya tetap roti kecik.

MESIN ABSENSI PUN BISA MEMBUAT JENGAH
Mesin absensi hanya akan menunjukkan bahwa pemilik tidak memercayai lagi anak buahnya.Rasanya sungguh tidak nyaman membuat anak buah yang sudah selalu dating lebih pagi dan pulang lebih lambat mesti diabsen,seperti dipertanyakan kesetiaan mereka.
Karyawan lama mesti belajar pula,bahwa ada peraturan-peraturan baru yang mesti dipatuhi bersama,menghindari tuduhan-tuduhan dan potensi perpecahan antarkaryawan lama dan baru.Mesti mengikuti ritme yang baru supaya bersama sama ikut mendukung proses modernisasi yang membuat pekerjaan lebih mudah di pekerjaan.
Maka meskipun a lot menolak mesin absensi,Oeke mau tidak mau harus menyediakan alat ini ketika karyawan sudah mencapai 100-an orang yang berbeda-beda
JAMINAN HARI TUA DI MODERNKAN
Mbah So almarhum yang telah menjadi karyawan Ganep sejak zaman Engkong tun ketika masa tuanya masih mendapatkan uang saku dari Ganep setiap minggu meskipun tidak bekerja lagi karena usianya.Itulah jaminan hari tua yang telah disediakan Ganep dari generasi-generasi lama.
Jamsostek membuat jaminan ini lebih teratur.Maka jaminan hari tua tidak lagi mesti membuat oeke berkecah dengan catatan-catatan siapa dan berapa banyak yang mesti disantuni.
Modernisasi dalam memberikan jaminan hari tua kepada para karyawan memudahkan Ganep untuk berkonsentrasi terhadap pengembangan usaha.Urusan kesejahteraan karyawan lebih rapi dilakukan lewat institusi yang bias 24 jam mengayomi para karyawan lewat produk-produk jaminan sosialnya.

BAB 5

Bumi adalah Tempat Berbagi

Berbagi lewat doa
Banjir bandang 1966 yang merendam kota solo, telah menghanyutkan banyak dokumen-dokumen lama termasuk foto-foto dan mesin buatan Engkong Tun. Kebakaran telah dua kali dialami yang meluluhlantakkan Ganep. Tetapi Ganep tetap berdiri sampai hari ini, lebih mencorong dan lebih besar dari hari ke hari.
Percaya bahwa apa yang terjadi hari ini karena pernah ada sebuah permulaan di masa yang lalu, setiap generasi Ganep tidak akan melupakan siapa-siapa peletak peristiwa yang buahnya dituai pada hari ini.
Maka tahun 1881 tidak akan dilupakan. Tahun ini tahun awal dimulainya sebuah usaha yang bernama Ganep. Nama yang patut dibuatkan sebuah catatan tersendiri karena nama ini adalah sebuah pengakuan, bahkan pengakuan dari pihak yang dipandang oleh masyarakat pada waktu itu, pengakuan dari Keraton Surakarta. Sebuah prestasi yang tidak sembarang orang bisa mendapatkanya dan sebuah pengakuan bahwa ada sebuah produk yang dibuat oleh seorang perempuan pekerja.

Berbagi lewat kemasan
Kemasan sumber ilmu pengetahuan. Kemasan memang dipakai untuk menjadi pembungkus supaya prouk tidak remuk, tidak kotor, mudah ditenteng kemana-mana. Kemasan juga sebuah penanda yang menunjukan siapa pembuat poduk dalam kemasannya.
Tetapi kemasan juga bisa berubah menjadi alat edukasi. Siapa yang tahu tentang umbi garut kalau tidak sengaja diberi tahu? Sedikit sekali bisa jadi hanya orang-orang yang belajar di fakultas pertanian, atau para petani penanamnya. Tetapi Ganep ingin memperkenalkan umbi garut. Dan kemasan kue garut bisa melakukan tugas ini dengan sangat menarik.

Berjualan roti sehat
Roti sehat! Roti sehat! Tampaknya itulah yang ingin disuarakan oleh Ganep dengan sebuah konter yang diberi tanda “Nonterigu”.
Bahan nonterigu adalah bahan nongluten, yang baik untuk kesehatan. Karena gluten bisa mengurangi penyerapan gizi dari asupan makanan lain. Roti nonterigu bukan barang baru. Roti kecik dan roti garut adalah biskuit peninggalan generasi pertama. Opak angin, wingko babat, opak gambir, windaran adalah kue-kue tradisioanal yang sudah lama dibuat tanpa terigu, memang aslinya dibuat tanpa terigu. Boleh dibilang semua kue tradisioanal kita memang nonterigu.
Meskipun kita juga punya ladang gandum lumayan besar, terigu bukan tanaman asli Indonesia. Hampir semua kue rakyat asli Indonesia, diambil dari bahan-bahan kebun dan ladang sendiri yang sudah lama menghuni persawahan dan perkebunan.

Mars yang mempersatukan
Mars memang dibuat untuk sebuah tujuan mulia. Sebagai pengingat kepada cikal bakal Ganep, sebagai pemompa semangat, sebagai sebuah pengikat tangan-tangan yang berkarya di Ganep.
Mars mentiratkan doa yang dalam, latihan berkarakter. Ganep adalah tempat untuk berkarya, untuk melayani masyarakat. Boleh dibilang omongan manis seseorang pengusaha tetapi tidak ketika kita bisa masuk ke dalam ruang karyawan Ganep. Dan melihat berapa banyak manusia telah diangkat oleh Ganep dari ketidakmampuan, ketidakmampuan ekonomi, ketidakmampuan belajar, ketidakmampuan bekerja. Semangat bahwa ada kemauan ada jalan, bukan lagi menjadi slogan.karena mars diciptakan setelah ada kejadianya, setelah ada jiwanya, maka mars hanya menuliskan apa yang terjadi.

Berbagi lewatyoga dan meditasi
Lantai dua toko Ganep di Tambaksegaran menjai saksi kegiatan yoga dan meditasi untuk umum. Yoda dipelajari oleh Ibu Oeke ketika dijakarta. Inilah olahraga dan olah batin yang efeknya membuat raga lebih sehat, batin lebih seimbang.
Manusia perlu raga sehat dan perlu batin yang sehat pula. Raga sehat membuat kepala sehat, bukankah masuk angin pun membuat kita malas berpikir. Marah, bersungut-sungut menjadikan orang lain tumpuan kepahitannya, sungguh bukan untuk hal yang demikian ketika dulu orang tersebut pernah dilahirkan. Maka sama seperti kepala dilatih, otot tangan dan kaki juga dilatih, otot batin perlu dilatih juga. Yoga menjadi alternatif yang dipilih Bu Oeke untuk ditularkan kepada yang lain, melatih raga dan melatih batin.
Seorang yang sedang mencari-cari apa yang sangat ingin dikerjakannya dalam hidup. Bukan sekedar mata pencarian, bukan mengais rezeki, tetapi berkarya dalam hidup. Rezeki tidak perlu dikais, seperti pemulung mengorek-ngorek tempat sampah, karena sudah disediakan ketika jiwa sudah siap. Tinggal berkarya seperti yang menjadi tugaas kita. Berkarya sebaik-baiknya, dengan cinta kepada apa yang mesti dikerjakan, dengan cinta terhadap penuh yang menyertainya. Meditasi adalah sebuah perjalanan dan meditasi yang dilatihkan memang berakar dari gereja.

Berbagi lewat komunitas lintas segala
Percaya bahwa setiap orang diciptakan berbeda, diberi porsi berbeda. Perbedaan bukan untuk diperdebatkan melainkan untuk menyatukan. Dalam komunitas segala, adaa bermacam-macam agama, ada bermacam-macam suku bangsa, ada bermacam-macam profesi, pekerjaan, latar belakang.
Keikutsertaan Bu Oeke dalam komunitas ini ikut mendukung gerakan suara hati, membangun satu masyarakat yang heterogen dan saling menghargai. Membuka hati lebih luas, mengurangi fanatisme pendangkalan iman, terutama dalam membentuk masyarakat.
Belum ada yang monumental menjadi sumbangan kepada masyarakat kecuali Deklarasi hari Bapak Nasiaonal, pada tanggal 11 November 2007 yang lalu. Hari Bapak menjadi simbol, bahwa masyarakat perlu peran Bapak, perlu figur Bapak yang mampu memimpin. Kalaupun tidak menjadi Bapak Bangsa seperti Gus Dur, minimal jadi Bapak di masyarakat sekitar.

Berbagi lewat kegiatan donor darah
Kegiatan donor darah adalah acara rutin yang digelar oleh Ganep di cabang dan pusat tokohnya di daerah Tambaksegaran. Tiga kali setahun, dengan mengundang sekitar 1000-an para pemegang kartu Ganep, kegiatan ini dikerjakan bersama-sama PMI (Palang Merah Indonesia) cabang Surakarta sejak tahun 2997. Bulan April, Agustus dan Desember menjadi bulan “Darah bagi sesama”.

Berbagi lewat kerja sama
Kerja sama membuat dua pihak sama-sama terangkat. Kemitraan bukan sekadar membeli barang dari supplier, tetapi ikut terjun mengelola supplier. Kerja sama membuat ada saling kritik, saling marah, saling tidak puas, saling menunjukan keinginan-keinginan. Tetapi tidak masalah, sepanjang semuanya membangun. Maka kerja sama tidak selalu dengan orang yang sepadan. Kerja sama bisa dengan mereka yang kurang memiliki sumber daya, atau sebaliknyadengan mereka yang memiliki lebih. Selalu menuju tempat yang lebih baik dan lebih baik.
Sriboga melihat Ganep bukan pada waktu Ganep sudah besar. Menjalin kemitraan bahkan pada waktu Ganep tidak dilirik orang. Sampai sebuah plakat bisa dikirim kepada Ganep. Sebuah penghargaan kepada mitra. Yang didoakan semoga bisa terus mengangkat para mitraanya juga. Karena meskipun produk nonterigu tetap dikembangkan, produk terigu juga tidak ditinggalkan. Dan ternyata ada banyak macam terigu dan prosesnya yang membuat satu macam terigu lebih sehat dari yang lain.
Seorang penjual lampu emergency bertandang ke Mak Tries. Tahunya 1980. Maka terjalinlah kerja sama. Lampu-lampu berubah menjadi roti empuk, memakai sepeda motor dikelilingkan.

Berbagi lewat kerja itu sendiri
Ketika kerja menjadi karya seluruh cinta ada di situ, maka kerja menjadi sebuah tempat berbagi. Ada pengorbanan, yang orang lain anggap pengorbanan, tetapi bukan pengorbanan buat si pelaku. Berbagi lewat kerja bukan istimewa milik Oeke. Oh Toen Liang membagi hasil kerjaanya di perusahaan kereta api Belanda untuk mendukung Ganep, supaya Ganep tetap berdiri.
Lewat Gebroeders Oh, orang daerah Solo, melihat, ada yang bisa dihasilkan lewat berjualan roti. Maka pabrik-pabrik roti bermunculan. Oeke harus pasang badan untuk menalangi keuangan Ganep yang lagi terjun bebas. Mesti bergerak untuk mendapatkan pinjaman dari teman-teman dan kenalan supaya Ganep bisa dibangun kembali setelah kerusuhan. Ganep sendiri tidak bakal ada kalau tidak ada sesosok perempuan bernama Auw Liek Nio yang mau mencintai pekerjaanya.
Ketika setiap sosok berpikir, bahwa sekecil apa pun yang dikerjakaanya adalah untuk sesuatu yang besar, untuk sebuah karya yang sudah disediakan untuk dikerjakan oleh sosok tersebut.

Berbagi lewat cara hidup
Lioana, si bungsu pasangan Bu Oeke dan Pak Tekad, anak muda yang energik. Geraknya cepat, ringan (mungkin akibat latihan wushu-nya) tapi santun. Sangat matter-of-fact. Argumen-argumennya cerdas dan menunjukan wawasan yang luas. Termasuk kelompok anak muda yang sadar akan kesehatan jiwa raga.
Anak muda ini menyiratkan energi yang besar. Matanya cerdas, sumringah, dan punya cita-cita menjadi duta besar. Di kepalanya menjadi duta besar adalah posisi pas untuk berbagi kepada dunia. Posisi yang memiliki kesempatan besar untuk menolong orang-orang lemah dari seluruh pelosok dunia. Cita-cita yang tidak lazim, bisa jadi tertanam karena kebiasaan dari kecil sudah mengasah empati kepada orang yang kurang.
Maka di mobilnya banyak roti yang bisa dibagi ketika di perempatan lampu merah ada yang mengetuk jendelanya. Tampaknya memang bukan anak muda yang bisa diikat dalam lingkungan Ganep dan roti-rotinya.

sumber : KETANGGUHAN PERUSAHAAN KELUARGA LEBIH DARI SATU ABAD
PENI R.PRAMONO
ELEX MEDIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: