Handrianus Walmond Tan 33111187 tugas ke 3

23 Apr

Mekanisme Pengajuan Kredit serta Syarat-syarat Pengajuan Kredit

Mekanisme Pengajuan Kredit

Persiapan Awal yang Harus Dilakukan

Sebelum kita menuju ke sebuah lembaga keuangan atau bank  dimana kita akan mengajukan kredit usaha maka ada baiknya kita mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Membuat dan menyusun proposal untuk pengajuan kredit usaha
  • Mempersiapkan berbagai surat yang menyatakan legalitas usaha yang hendak didirikan serta berbagai persyaratan administrasi lainnya.
  • Surat-surat penting yang mendukung proses pengajuan kredit usaha seperti identitas diri, kartu keluarga, surat pengantar Kelurahan dan sebagainya.
  • Setelah seluruh persiapa dokumen ini selesai dilakukan maka kita bisa langsung mengajukan pinjaman dengan menyerahkan berbagai dokumen tersebut sebagai syarat yang harus dilengkapi.

Pengisian Formulir Pengajuan kredit Usaha

Ketika sudah menyerahkan berbagai dokumen sebagai syarat pengajuan kredit usaha maka langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah melakukan pengisian formulir pengajuan pinjaman. Namun kita tidak mengisi sendiri formulir ini melainkan petugas bank yang akan mengisikannya untuk kita sambil mewawancarai kita.

Yang biasanya diisikan pada formulir tersebut ada identitas pemohon pinjaman yaitu diri kita, profil perusahaan, pengalaman usaha yang kita miliki, daftar pengelola usaha beserta jumlah karyawan yang dimiliki, jenis dan produk yang dihasilkan oleh usaha serta bahan baku apa saja yang digunakan di dalam produksi usaha yang kita jalankan ini. Selain itu data lainnya seperti sistem pemasaran produk, omset usaha, kebutuhan dan perincian kredit usaha yang diinginkan dan jaminan yang diberikan juga merupakan hal yang akan ditanyakan di dalam wawancara tersebut

Setelah proses pengisian selesai maka kita wajib menandatangi formulir tersebut dan langsung menyerahkannya kembali kepada petugas yang nantinya akan segera memproses pengajuan kredit usaha kita ini.

Proses Survey Tahap Satu

Biasanya tidak memakan waktu yang lama akan ada proses survey yang harus kita lewati dimana ada petugas dari lembaga keuangan tempat kita mengajukan kredit usaha yang akan datang ke rumah kita. Pada proses pertama ini, petugas yang datang ke rumah akan kembali mencocokkan data dengan memberikan pertanyaan langsung kepada kita sesuai dengan yang pernah kita berikan kepada petugas pengisi formulir. Tujuan dari kunjungan survey ini adalah untuk mencocokkan kembali data yang kita jawab dengan data yang sudah tertulis di formulir.

Karena itu, data yang kita berikan ketika pengisian formulir permohonan kredit usaha adalah data yang sebenarnya agar ketika dilakukan pencocokan kembali maka data tersebut akan tetap sesuai dengan apa yang sudah pernah kita berikan.

Keberhasilan proses tahap pertama ini akan dinilai dari kecocokan data dan laporan kunjungan yang dilakukan oleh petugas yang akan datang beberapa kali ke tempat usaha kita untuk melihat langsung kegiatan yang terjadi di dalam usaha kita.

Proses Tahap Kedua

Pada proses ini pihak bank kembali akan melakukan analisa terhadap usaha kita untuk melihat kemampuan usaha yang kita jalankan untuk membayarkan pinjaman pada saat jatuh tempo serta mengukur seberapa besar kekayaan atau aset yang akan dibiayai oleh lembaga keuangan tersebut. Biasanya perhitungan akan dilakukan dengan melakukan penjumlahan dan perhitungan yang matang dimana total utang atau pinjaman yang kita ajukan harus sebanding dengan modal yang sudah dikeluarkan atau minimal aset usaha sejumlah nilai ajuan pinjaman. Selain itu, petugas akan menganalisa apakah pendapatan hasil usaha memiliki kemampuan untuk melakukan pembayaran pinjaman beserta dengan bunga yang akan dibebankan.

Keputusan Kredit Usaha Disetujui Atau Ditolak

Dari hasil survey, pendataan dan perhitungan yang matang barulah lembaga keuangan akan memberikan keputusan apakah akan menolak ajuan kredit usaha kita tersebut atau akan menyetujui pemberian kredit usaha kepada kita. Jika pada tahap ini lembaga keuangan menyetujui untuk memberikan pinjaman kepada kita maka lembaga keuangan tersebut akan mengeluarkan surat yang disebut dengan offering letter atau yang disebut juga sebagai surat persetujuan kredit bersyarat dari lembaga yang memberikan pinjaman.

Perjanjian Kredit

Jika kita menyetujui syarat pemberian kredit usaha yang telah ditetapkan oleh lembaga keuangan di dalam offering letter maka tahapan selanjutnya adalah kita akan masuk pada proses perjanjian kredit atau pengikatan perjanjian kredit usaha dimana berbagai ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga keuangan tersebut kita setujui secara mutlak.

Proses Pencairan

Inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh para pelaku usaha yang telah mengajukan kredit usaha. Setelah penandatanganan perjanjian kredit usaha maka kita akan memasuki tahap pencairan pinjaman yang akan dilakukan di lembaga keuangan itu sendiri. Ada lembaga keuangan yang langsung memberikan uang pinjaman dalam bentuk tunai sesuai dengan jumlah pinjaman yang kita ajukan, namun ada pula beberapa lembaga keuangan yang tidak memberikan pinjaman dalam bentuk uang melainkan langsung memberikan berbagai barang yang kita butuhkan dimana kita menyatakan hendak melakukan pinjaman untuk membeli barang tersebut.

Pengawasan

Karena kita melakukan pinjaman kepada pihak lembaga keuangan atau bank maka mereka berhak untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha milik kita tersebut agar usaha yang kita jalankan mengalami peningkatan dan berkembangan ke arah yang lebih baik. Ini juga bertujuan agar usaha kita itu tetap mampu melakukan pembayaran pinjaman beserta bunga sesuai dengan yang telah tertulis di dalam perjanjian kredit usaha.

Pelunasan Pinjaman

Pelunasan pinjaman harus tetap kita lakukan sesuai yang telah ditentukan oleh lembaga keuangan yang telah memberikan pinjaman atau kredit usaha kepada kita. Karena itu, lakukan perhitungan dan penganggaran biaya yang matang setiap bulannya dari keuntungan usaha yang kita dapatkan.

Syarat-syarat Pengajuan Kredit

Persyaratan pengajuan kredit / pinjaman di bank tidaklah serumit yang diperkirakan orang. Bahkan syaratnya sebetulnya cukup mudah. Bagi Bank hal ini dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tentang data-data calon debiturnya sekaligus untuk mendapatkan informasi tentang karakter calon debitur, dana yang dimiliki saat ini, pengaruh kondisi ekonomi saat ini terhadap penghasilan debitur, jaminan yang diajukan, dan masih banyak lagi.

Dalam memberikan pinjaman kepada debiturnya tentu bank akan melaksanakan prinsip kehatian-hatian. Hal ini memang disyaratkan oleh undang*undang yang mengatur mengenai perbankan di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

Perlu diketahui bahwa setiap sen dana yang disalurkan ke masyarakat oleh bank adalah milik masyarakat juga, tentunya bank akan mengembalikannya kepada nasabah setiap saat berikut bunganya. Karena itu bank selalu melakukan analisa kredit untuk menilai kelayakan calon debiturnya.

Pada umumnya, bank membagi debiturnya ke dalam dua golongan besar,yaitu debitur perorangan dan debitur perusahaan (sekali lagi, debitur adalah pihak yang meminjam uang dari bank). Berikut ini adalah persyaratan yang diminta bank sesuai golongan debiturnya.

DEBITUR PERORANGAN
Debitur perorangan terdiri dari berbagai macam latar belakang profesi. Bisa dokter, artis, pegawai negeri, perancang busana, arsitek, karyawan swasta, pedagang, dan lain sebagainya. Tiap-tiap profesi mempunyai ciri khasnya sendiri yang oleh bank dibedakan lagi menjadi tiga golongan, yaitu wirausahawan, karyawan, dan profesional.

Persyaratan yang diminta untuk masing * masing debitur perorangan tersebut pada umumnya adalah :

  • Kopi identitas diri (KTP , SIM, atau paspor)
  • Kopi akte nikah (bagi yang sudah menikah), Bank akan meminta salinan akte nikah bagi debitur yang sudah menikah adalah untuk mengetahui apakah harta yang dijaminkan merupakan harta bersama suami-istri (harta gono-gini) atau bukan, sehingga baik istri atau suami debitur dapat dimintai persetujuannya dan turut bertanggung jawab terhadap harta yang dijaminkan ke bank berikut sejumlah hutangnya.Jika calon debitur memiliki Perjanjian Pisah Harta, yaitu perjanjian notariil antara suami-isteri yang isinya adalah harta yang diperoleh selama perkawinan merupakan harta masing-masing pribadi, maka Bank juga akan meminta foto kopi perjanjiannya
  • Kopi kartu keluarga.

Sama seperti nomor 2 di atas dan juga untuk mengetahui apakah calon debitur juga menanggung biaya hidup oang lain selain dirinya sendiri.

  • Kopi rekekening koran/rekening giro atau buku tabungan di bank manapun antara 3 bulan terakhir.

Data ini diperlukan Bank untuk melakukan analisa keuangan calon debiturnya, sehingga dapat diukur seberapa besar penghasilan debitur yang dapat disisihkan untuk membayar angsuran pinjaman tiap bulannya.

  • Kopi slip gaji atau surat keterangan penghasilan dari perusahaan tempat bekerja calon debitur.

Syarat ini hanya diberlakukan untuk calon debitur yang bekerja di suatu perusahaan, pemerintah maupun swasta. Tujuannya untuk memastikan bahwa calon debitur memang bekerja di situ dan memiliki penghasilan tetap setiap bulannya.


DEBITUR BADAN USAHA/PERUSAHAAN

Debitur yang berbentuk perusahaan meliputi bentuk badan usaha seperti CV, PT, firma, dan lain-lain. Persyaratan yang diminta antara lain:

  • Kopi identitas diri dari para pengurus perusahaan (direktur & komisaris)
  • Kopi NPWP (Nomor Pokok wajib pajak)
  • Kopi SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan )
  • Kopi Akte Pendirian dan Anggaran Dasar Perusahaan beserta perubahannya dari Notaris
  • Kopi TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

Dokumen di atas akan digunakan oleh bank untuk memeriksa keabsahan / legalitas antara apa yang tercantum di akte pendirian dengan bidang usahanya, segala surat perizinannya dan kewajiban pajaknya terhadap negara.

  • Kopi rekening koran/giro atau buku tabungan di bank manapun selama 3 bulan terakhir.
  • Data keuangan lainnya, seperti neraca keuangan, laporan rugi laba, catatan penjualan & pembelian harian, dan data pembukuan lainnya.

Dua dokumen ini digunakan Bank untuk melakukan berbagai analisa keuangan terhadap calon debiturnya. Kesanggupan debitur dalam membayar kembali hutangnya akan dianalisa dari berbagai sisi, seperti: kesanggupan dalam membayar kembali hutang jangka pendeknya, kemampuan dan efektivitas manajemen dalam mengelola sumber*sumber yang dimilikinya, kemampuan dalam mencetak laba, dan sebagainya.


JAMINAN

Saat mengajukan kredit ke bank , biasanya (tetapi tidak selalu) bank akan meminta agunan / jaminan sehingga apabila Anda tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, maka bank akan menyita harta yang Anda jaminkan. Biasanya nilai jaminan harus lebih besar atau minimal sama dengan nilai uang yang Anda pinjam.

Jaminan yang diminta oleh Bank untuk Kredit Pemilikan Rumah biasanya adalah rumah yang akan dibeli. Pada Kredit Pemilikan Mobil, maka mobil yang akan dibeli itulah yang biasa dijadikan jaminannya.

Sedangkan untuk Kredit Modal Kerja / Usaha dan Kredit Multi Guna, jaminan yang diminta biasanya lebih bervariasi seperti tanah, rumah tinggal, ruko, apartemen, kendaraan, pabrik, mesin-mesin dan lain -lain.

Selanjutnya jaminan tersebut akan dinilai oleh pihak bank mengenai kelayakan, nilai dan marketabilitynya. Hasil penilaian ini adalah nilai pasar wajar dimana biasanya bank akan memberikan pinjaman sekitar 70% – 80% dari nilai pasar wajar jaminan. Petugas penilai bisa karyawan bank itu sendiri namun bisa juga petugas penilai independen yang diorder oleh bank.

Nah, jika Anda sudah mengetahui persyaratan yang diperlukan untuk pengajuan kredit di bank, maka sekarang tinggal Anda yang harus mempertimbangkan masak-masak megenai perlu tidaknya mengambil kredit di bank.

 

Sumber :

http://www.kabarukm.com/cara-mengajukan-kredit-usaha-pada-lembaga-keuangan.html

http://www.perencanakeuangan.com/fil…ratKredit.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: